Rahasia Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

Ditulis oleh Ibnu Muzab Ary.
Pegawai kantor kemenag Aceh Timur bagian keuangan

Hari ini hujan cukup deras. Aku baru saja selesai shalat magrib. Walau hujan cukup deras kupaksakan saja melangkah pulang ke kost-an ku yang kecil namun tepat di depan mesjid yang biasa kukunjungi. Sehabis sholat magrib ku coba melatih diri duduk sejenak dengan tenang, bertafakkur yang sering ku sebut juga “menerawang”. Hm… ku rasakan ketenangan itu perlahan. Bismillah.. Ya Allah hatiku tak tenang. Hati ku yang gundah ini mohon diberikan ketenangan Ya Allah… Hm perlahan seolah ketenangan entah dari mana mulai menenangkan batinku. Seolah aku sedang melayang diatas bumi dan setiap masalah ku terlihat semua dalam pandangan mataku. Perlahan ku mulai melihat apa yang sedang kuhadapi.
Hm, manusia. Manusia manusia ini hilir mudik entah kemana dengan segala kesibukannya. Ku rasakan bagi sebagian besar mereka yang lalu lalang bingung mengapa nasib seolah tak berpihak padanya. Kadang sering masalah demi masalah kian menghimpit. Tak jarang yang mengambil jalan pintas untuk mengakhiri ataupun sekedar ingin merubahnya. Mereka sering bingung entah bagaimana lagi harus menyelesaikannya. Dan sebenarnya kapan dan hingga kapan masalah akan berhenti. Hm… Siapa yang bisa angkat tangan bahwa hidupnya tak pernah ada masalah. Siapa sih yang tak punya masalah? Jika memang ada… maka mungkin anak kecil lah yang paling bisa merasakan hidupnya tanpa masalah.
Dari masalah anak yang mulai menambah beban hidup karena sudah mulai kuliah. Masalah dengan tetangga yang suka bergosip. Masalah dengan teman kantor yang tak kunjung padam selalu bergerilya menebar siasat ala pns maupun ala ali baba. Yah semua masalah dan masalah lainnya tak kunjung padam pasti akan selalu datang. Hm… bismillah dulu. Ya Allah berikanlah kelapangan dalam hatiku. Agar jika ada masalah akupun tak gundah… tak bingung… ibarat harimau di lapangan yang luas, aku dapat berlari kemanapun. Jangan jadikan hati ini sempit ya Allah, sehingga jika hatiku seukuran kamar mandi dan ada harimau disana… betapa susahnya aku ya Allah. Mudahkanlah segala urusanku Ya Allah…
Yah akupun ada masalah seperti mereka… Jodoh yang tak kunjung datang. Kecukupan yang ingin segera kurasakan agar keluarga ku tak susah kedepan… Yang kucita-citakan tercapai dalam waktu 3 tahun kedepan. Karena aku mencitakan pada sisa umurku berikutnya untuk berbagi dan mengabdi… Ku inginkan kelimpahan agar banyak hal yang dapat kubagi dan ku bangun untuk diriku, dan ummat di negriku…Ya Allah… Izinkanlah aku meraihnya Ya Allah. Terkabullah keinginan ini Ya Allah. Ammieen.
Tiba-tiba sebuah cahaya melintas di depanku. Dan itu semua masih dalam penerawanganku yang terpejam. Cahaya itu semakin sejuk dan seolah membuka jalan pikirku. Ku mulai teringat pada sebuah ayat. Allah sudah memberikan rahasia agar kesulitan itu menjadi mudah. Bahkan Allah menegaskannya dua kali. fainna ma’al’usri yusraa, Inna ma’al’usri yusraa. Demikian bunyinya. Pada bunyi selanjutnya Allah jelaskan, faiza faragta fanshab. Yang artinya jika telah selesai satu urusan maka selesaikanlah urusan berikutnya. Wow.. inilah rahasianya. Jika telah selesai satu urusan baru selesaikan urusan berikutnya. Yang artinya Fokus. Dan artinya harus punya Plan (rencana). Dan artinya Step by Step. Dan artinya ada Prioritas. Dan artinya Action.
Diantara semua, arti yang utama yang betul-betul tersirat adalah Fokus One by One. Hm… sebagaimana bandara yang mampu menampung 100 pesawat namun pesawat itu harus turun satu demi satu. Sebagaimana gedung pencakar langitpun, satu demi satu dibangun mulai dari pondasinya. Hm tapi bagaimana konkritnya ya Allah… Akupun mulai teringat dengan suatu masa lalu pernah membaca tentang mestakung. Seorang professor yang juga menjadi rector sebuah universitas swasta dan kebetulan juga sebagai pelatih para anak muda yang menjadi wakil Indonesia dalam perlombaan internasional untuk olimpiade matematika mengatakan, “mestakung”. Mestakung? Hm..ini konsep beliau yang panjangnya, semesta mendukung. Karena beliau seorang ahli fisika maka konsep mestakung beliau berasal dari pengamatan fisika atas pasir. Ketika beliau mengamati pasir yang di tumpahkan dari tangan, beliau meilhat pasir itu tidak akan terus meninggi. Ketika sampai titik jenuh atau titik kritis ketinggian maka ia akan segera menyesuaikan. Sehingga pasir tersebut tidak terus meninggi namun juga akan melebar ke sisi-sisi. Sama halnya denga seseorang yang ketika dikejar anjing, maka mestakung terjadi. Ketika kita dikejar anjing, focus kita menjadi terpusat kesatu titik alasan kuat dan sangat kuat untuk melarikan diri secepatnya dan jangan sampai tergigit anjing. Seketika saat Fokus tujuan kita tak lain bagai satu titik pada target panah yang melingkar maka kita pun melesat bagai panah. Seketika lari kita yang biasa lambat dan pendek menjadi sangat cepat dan panjang karena kita sampai pada titik kritis fokus. Seketika jika ada sungai di depan yang terhitung cukup lebar mampu kita lompati. Seketika itu pula jika hanya ada pohon kelapa didepan maka kita pun dapat menaikinya tanpa kesulitan. Mestakung terjadi disini. Ketika kita focus dan tak ada alasan lain kecuali alasan satu titik yang menjadi focus titik kritis yang harus dilakukan, tiba-tiba semesta mendukung. Allah membantu dengan memberikan kemudahan dan kekuatan dalam bahasa mestakung. Dan kemudian kita bisa melakukan yang kita rasakan sulit sebelumnya saat kita tidak focus.
Dalam analogi bercermin, maka kita akan melihat semakin detail setiap objek yang menjadi focus kita. Kita akan melihat apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan kita dan apa yang harus kita lakukan untuk keduanya. Ilmu yang sama jika ingin sukses di bisnis. Dengan focus maka kita yang penuh kekurangan pun akan semakin belajar dari konsumen ataupun pengamatan personal kita. Bahwa pelayanan perlu dipercepat dan dibuat se-exlusif mungkin. Kita semakin tahu bahwa konsumen sangat teliti untuk kebersihan dalam bisnis yang bergerak di makanan. Bahwa konsumen akan semakin memperhatikan air di ember yang biasa kita gunakan setiap mencuci piring, sisa dari yang konsumen gunakan.
Masyaallah Ya Allah… Begitu indah engkau memahami diriku Ya Allah. Sungguh selama ini aku terburu-buru ingin menyelesaikan semua yang harus ku lakukan dam sekali waktu. Aku melakukan kesalahan dengan memaksakan 100 pesawat untuk turun sekaligus. Masyaalah… terimakasih Ya Allah. Mulai detik ini kan ku kumpulkan titik fokusku. Ku bangun target 1 tahun pertama pencapaian hidupku dan ku lakukan (alias Action). Dan selanjutnya kan ku buat targetku 2 tahun berikutnya sebagai titik-titik pencapaian Fokus yang harus kucapai. Amieen… Kabulkanlah Ya Allah cita-citaku.
Ow masyaalah tiba-tiba cahaya penerawangan datang lagi. Aku diberikan pemahaman tentang seseorang yang punya keinginan ke banda aceh pada suatu hari. Jika saja hujan pada malam hari dan dia memutuskan diawal akan berangkat pada malam hari, bisa saja ia menunda ataupun membatalkan keberangkatan. Lalu bagaimana jika sepuluh jembatan putus untuk menuju ke Banda Aceh, maka lebih kuatlah alasan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh. Maka bagaimana jika kenyataan yang terjadi sekalipun jembatan putus 10 titik namun orang tua kita sekarat berat di Banda Aceh dan tidak ada sanak saudara yang menemani beliau disana. Apa yang akan kita lakukan? Lalu jika seandainya kenyataan disana juga ada anak kita yang tadi diasuh oleh ibu kita disana juga terlantar dengan kebingungan karena umurnya yang masih sangat muda? Masih maukah kita melewati hujan dan 10 titik jembatan yang putus itu. Sekalipun pesawat terdekat di delay (batal terbang) semua untuk saat itu. Masihkah kita yakin bahwa kita harus segera secepat-cepatnya untuk tiba disana. Hmmm masyaallah. Allah membukakan mataku. Jika ini yang ku lakukan. Titik Fokus cita-cita dan keinginan ku begitu kuat untuk dicapai sebagaimana cerita dikejar anjing, masalah apapun siap kuhadapi. Masyaallah… Makasih Ya Allah… Terimakasihku yang dalam atas segala petunjukmu ya Allah.
Pelan-pelan mulai ku buka mataku. Tanpa terasa pipi ku basah. Mataku sembab karena air mata yang tumpah tanpa kusadari. Aku begitu terhanyut dalam penerawanganku. Terimakasih Ya Allah. Sungguh di balik kesulitan ada kemudahan. Engkau tak menyembunyikan rahasia itu. Apalagi jika ku lakukan bunyi ayat selanjutnya, waila rabbika farghab (dan hanya pada Tuhan-mu lah tempat kamu berharap).

Iklan
This entry was published on 1 April 2011 at 8:44 AM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: