si Tukang Becak yang keliling dunia

Perkenalkan saya Bung Sandal. Suatu ketika saat saya di Jogjakarta, Saya ingin sekali mencoba menulis di koran, baik lokal maupun nasional. Saya sudah berusaha menulis dan mengirim tulisan tersebut ke koran. Namun apa aral yang menghadang. Saya masih tak mampu untuk menembus benteng pertahanan redaksi Koran tersebut. Alhasil mulailah Saya berpikir untuk berguru pada sang Ahlinya. Saya pun mulai melakukan sebuah perjalanan dengan bekal seadanya melewati jalan yang berliku ke sebuah pesantren di daerah Krapyak, suatu daerah di sudut kota Jogjakarta. Pesantren tersebut dipimpin oleh Gus Zainal. Yah Saya hanya mengenalnya sebagai pemimpin pesantren yang sederhana dan bersahaja. Pesantren ini unik karena siswa yang nyantri dilarang untuk mendapatkan kiriman dari orang tua mereka karena mereka harus mandiri dengan cara menulis. Tulisan mereka tak jarang dimuat di media massa lokal maupun nasional. Model kepemimpinan belajarnya yang dibagun Gus Zainal adalah 1 orang senior memimpin 5 orang santri untuk menguasai ilmu menulis. Yah, ibarat sulap bagi yang tak tahu caranya tentu akan terkagum-kagum. Begitupun dengan model pesantren ini, santri di pesantren ini sudah sangat terbiasa pernyataan opini maupun puisi mereka dimuat oleh media massa cetak. Sungguh pengalaman yang menarik yah. Okkey setelah diterima berguru di pesantren ini, program belajar menulis pun dimulai. Hari ini guru menulis adalah seorang tukang becak yang sudah keliling Indonesia sebagai sastrawan. Namanya Om Joni. Saya sangat kagum dengan kekocakan dan sedikit kesombongannya. Beliau, Om Joni, bukanlah kategori orang dengan sejarah pendidikan yang baek apalagi kategori sangat baek. Om Joni, dulu adalah seorang pemuda yang sempat tinggal kelas 2 kali saat SMU dari sekolah yang tak begitu terkenal yaitu SMU PGRI di Jogjakarta. Perjalanan nasib beliau sebagai tukang becak hingga umur 30 tahun. Keinginan beliau pun untuk merubah nasib mengantarkan beliau ke Jakarta namun dengan nasib yang tak jauh berbeda, sebagai cleaning service yang akhirnya membawa dirinya kembali pulang ke Jogjakarta. Singkat cerita beliau berteman dengan seorang pemuda umur 21-an yang bernama Gus Zainal. Saat itu Gus Zainal masih sebagai mahasiswa namun sudah terbiasa mengirimkan tulisan karyanya ke media massa lokal maupun nasional. Om Joni ingin belajar menulis kepada Gus Zainal dan Gus Zainal pun senang mendengarnya. Gus Zainal pun berkata, “Bila ingin menulis sebaiknya FOKUS. Om Joni senangnya menulis dan membaca apa?” “Cerpen Gus, gamana bisa diajarin Gus?”, balik Om Joni bertanya. “Okkey, saya ada buku cerpen terbaik ini mohon dibaca 10 kali sampai anda om Joni menguasainya. Om Jon bisa?, kembali Gus Zainal bertanya. Mulailah Om Joni membaca dan hingga 5 kali ia membaca, Om Joni sudah merasa menguasai. Maka menghadaplah Om Joni kepada Gus Zainal. “Gus, uda paham ni.” “Okkey kita tes… siap. Coba ceritakan klimaks cerita pada bab 5 buku tersebut Om?” “ummm…” sepertinya Om Joni kelabakan. Belum lagi pertanyaan siapa tokoh utamanya, siapa yang mendapat peran pembantu di dalam cerita. Hmmm tampaknya Om Joni menyerah. Om Joni pun diminta untuk membaca 5 Kali lagi. Selang setelah itu kembali di tes oleh Gus Zainal dan akhirnya bisa. hmm Bravo yah buat Om Joni. Lalu Om Joni pun mendapat tugas berikutnya. Om Joni diminta oleh Gus Zainal untuk membaca buku yang ada pada kamar Gus Zainal.
“1 hari 1 buku wajib baca besoknya harus kembalikan dan ambil buku yang lain, jika tidak jangan ketemu saya lagi. Dan wajib nulis cerpen setiap hari 1”, demikian tegas Gus Zainal. Akhirnya mulai lah Om Joni membaca sambil menunggu pelanggan becaknya. Tak jarang ia membaca buku antropologi, hukum, filsafat, sastra yang tebal nya ada yang 400 halaman maupun hanya 50 halaman untuk satu hari membaca. Tak jarang pula dari penumpang becak yang segan dengan pembawaan buku yang di baca Om Joni dan Om Joni mendapat bonus dari tiap penumpang becak yang menggunakan jasa becaknya. Kesibukan menulis cerpen pun dilakoni nya setiap malam sehabis makan bersama keluarga. Kejadian itu terus berulang selama setahun. Buku dengan ketebalan 400 halaman hingga lebih pun menjadi kebiasaan beliau untuk ditamatkan dalam satu hari. Kira-kira menurut pembaca budiman jika Om Joni membaca dan menulis setiap hari, ada berapa tulisan dan bacaan selang setahunnya? Jawabannya tentu jumlah tulisan beliau ada 365 tulisan. Itu jika beliau menulis satu cerpen setiap hari. Namun jika beliau karena sudah terbiasa menulis cerpen beliau memaksakan menulis cerpen 2 cerpen setiap hari, maka tentu jumlah tulisan cerpen beliau ada 700 tulisan. Sebuah kenyataan yang logis hingga akhirnya tepat setelah setahun beliau melakukan kebiasaan positif tersebut dan beliau ikut lomba cerpen yang diadakan oleh sebuah media massa terkenal, dan beliau menjadi pemenangnya. Bagaimana para pembaca yang budiman. Yah beliau jadi pemenangnya. Itu semua karena ilmu yang sederhana. Bisa ala Biasa. beliau bisa lolos menjadi Juara cerpen tersebut. Jawabannya pun bisa ala biasa. Dan beliau terpilih sebagai juara cerpen terbaik kompas, setingkat dengan para sastrawan terkenal semisal Emha Ainun Najib, atau akrab dikenal dengan panggilan Cak Nun. Dan selanjutnya beliau keliling Indonesia sebagai sastrawan dan ke Inggris pun sebagai sastrawan. Kisah yang menarik berikutnya beliau ke inggris tanpa bisa bahasa inggris. Namun berkat ilmu bisa ala biasa, beliau pun bisa bahasa Inggris, selang sebulan disana. Kembali ke ilmu awal bisa ala biasa. Sekarang beliau berteman dengan bule-bule sastrawan di rumah beliau di Jogjakarta. Dan status beliau, Om Joni, sekarang adalah Redaktur di Majalah Horizon, majalah sastra nasional. Demikian beliau cerita sebagai pengantar untuk kami belajar menulis. Dengan gayanya sambil menghisap rokok, duduk lesehan dan kaki yang dilipat santai vertikal beliau berujar, “wajar lah saya sekarang da pintar”. Sedikit kesombongan untuk memanasi kami. Habis karena sudah ketagihan membaca buku, semua perpustakaan di Jogjakarta sudah dilahapnya. Wow amazing, sama kaya sulap yah , amazing. bagi yang tidak tahu ilmu sih….=) Namun beliau pun berbagi rahasia. Rahasia ini dapat meringkas waktu proses yang dibutuhkan selama 1 tahun dengan hanya 6 bulan saja. Anda ingin tahu…. rahasia ini dapat anda praktekkan dengan mudah sekarang. Rahasia ini ada syarat, tolong jangan pelit berbagi rahasia ini kepada siapa aja yang bersemangat untuk maju dan berubah lebih baek. Rahasianya adalah perbanyak puasa senen khamis dan shalat malam. Kebiasaan ini akan menstimulun kepala kita agar ingatan kita lebih mudah. Anda tidak percaya? Tapi ini kisah nyata. Buktikan tanpa keraguan anda akan segera melihat hasilnya. Okey Salam Sukses dari Bung Sandalz…….. Salam Sukses untuk kita semua….. Cintai keluarga anda dan sanyangilah mereka tanpa perlu berteriak keras pada mereka.

to share or konsultation please join my facebook klik disini

This entry was published on 1 Maret 2011 at 10:25 AM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: